Jawaban singkat: Fitur Tap to Translate milik Google Translate, yang di aplikasinya bernama Sentuh untuk Menerjemahkan, mengharuskan Anda menyalin teksnya lebih dulu, sedangkan penerjemah layar berbentuk overlay membaca teks langsung dari layar. Jika teks yang Anda terjemahkan bisa disalin dan hanya sesekali, fitur itu sudah cukup. Jika teksnya ada di chat, game, gambar, atau subtitle, atau jika Anda menerjemahkan berkali-kali sehari, overlay seperti Swift Translate lebih cepat.
Cara kerja masing-masing
Tap to Translate (Google Translate). Anda menyalin teks di aplikasi apa pun, lalu tombol terjemahkan muncul. Ketuk tombol itu dan sebuah popup menampilkan terjemahannya. Sederhana, gratis, dan ada di dalam aplikasi yang mungkin sudah Anda punya.
Penerjemah layar berbentuk overlay (Swift Translate). Sebuah gelembung mengambang berada di atas aplikasi Anda. Seret gelembung itu ke teks apa pun, bisa disalin atau tidak, dan terjemahannya muncul langsung di tempat itu. Tanpa menyalin, tanpa popup, tanpa berpindah aplikasi.
Perbandingan yang penting
| Tap to Translate | Overlay di layar | |
|---|---|---|
| Teks chat yang bisa disalin | ✓ berfungsi | ✓ berfungsi |
| Dialog di game | ✗ tidak bisa disalin | ✓ |
| Teks di gambar | ✗ | ✓ |
| Subtitle video, saat diputar | ✗ | ✓ |
| Membalas dalam bahasa lain | ✗ manual | ✓ ketik lalu kirim |
| Usaha per pesan | salin + ketuk + baca + tutup | satu seretan |
Rekomendasi jujur kami
- Anda menerjemahkan beberapa kali seminggu, sebagian besar teks yang bisa disalin → fitur dari Google itu sudah cukup.
- Anda menerjemahkan chat setiap hari, atau apa pun yang tidak bisa disalin → pakai overlay. Selisih usaha per pesan kecil kalau hanya sekali, tetapi besar sepanjang satu percakapan.
Banyak pengguna kami memakai keduanya: Google Translate untuk menulis teks yang lebih panjang, gelembung untuk semua yang terjadi di dalam aplikasi lain.
Baca juga: Penerjemah layar · 7 aplikasi penerjemah layar terbaik, dibandingkan
